Menjadi Entrepreneur Sukses dengan Belajar dari Rumpun Bambu
Philosophy Bambu
Ada seorang teman meminta waktu untuk ketemu minta sharing, teman lama yang sangat jarang ketemu entah mengapa sangat semangat ingin bertemu segera. Seperti biasa selalu mengedepankan positifity dan mnyetakan kesediaan bertemu dana tur waktu dan tempat. Setelah cerita tentang pekerjaan dan keinginannya untuk menjadi entrepreneur dan cara memilih patner usaha yang tepat, teman saya ini meminta ijin bertanya dan sudah bertahun-tahun semenjak mengenal saya menimpan pertanyaannya. Pertanyaan nya sederhana dan lugas, “ bagaimana caranya supaya usaha yang saya jalani itu bisa berhasil yang menurut dia sangat cepat”. Kebetulah kita bertemu saat usaha saya berumur 4 tahun.
Di jaman teknologi saat ini semua bisa terjadi, dan semua terlihat instan akan tetapi setiap usaha pastinya melewati beberapa fase dari mulai dari penciptaan ide bisnis yang mampu menjawab masalah pasar, kemudian diniatkan dalam sebuah rencana yang matang dan diwujudkan dalam tindakan serta dimatangkan oleh sebuah proses. Keberadaan teknologi saat ini adalah alat yang mampu membantu mempermudah dan mempercepat process keberhasilan sebuah bisnis khususnya dalam hal marketing.
Philospphy rumpun bambu amengajarkan kita kebijaksanaan atau wisdom bahwasanya setiap keberhasilan melewati sebuah proses. Anda tentunya penasaran wisdom apa yang ditunjukan oleh rumpun bambu sehingga baik untuk dijadilan pengingat dalam berproses pada bisnis yang akan dimulai ataupun yang sedang berlangsung.
Begini, Rumpun bambu yang ditanan pada tahun pertama sampai ke empat dia akan focus memperluas dan memperkuat akar di bawah tanah kemudian ditahun kelima baru semua tunas bambu muncul kepermukaan dan tumbuh dengan cepat dalam htungan malam. M. Aminuddin dan M. Abd. Latif dalam jurnal Bamboo in Malaysia: Past, Present and Future Research (2001) menyebutkan bahwa rata-rata bambu dapat tumbuh sekitar 15 hingga 18 sentimeter per hari dan menumbuhkan 10 hingga 20 batang baru setiap tahunnya.
Hikmah apa yang bisa diambil dari cerita ini bahwasanya Visi, Misi dan Budaya dan positioning usaha adalah Akar atau pondasi dari sebuah bisnis untuk dikuatkan dan bersamaan itu pula disampaikan kepada market secara konsisten sehingga dalam tiga atau lima tahun pertama sudah kuat untuk penopang laju angin perubahan dan persaingan usaha yan sangat dinamis dan cepat.
Filosofi ini mengajarkan kita untuk bersabar, gigih, dan membangun fundamental terlebih dahulu. Hal-hal ini penting untuk diingat dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan dan perubahan yang cepat.
Jadi memahami dan menerapkan filosofi bambu dalam dunia bisnis mampu memberikan manjaaf positif bagi proses berusaha
- Membantu kita untuk tidak terburu-buru dalam meraih kesuksesan. Bambu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh tinggi dan kuat. Hal ini mengajarkan kita untuk tidak mengharapkan kesuksesan instan dalam bisnis. Kita perlu bersabar dan gigih dalam membangun bisnis kita.
- Membantu kita untuk fokus pada hal-hal yang penting. Bambu tumbuh dengan kuat dari akar yang kuat. Hal ini mengajarkan kita untuk fokus pada fundamental bisnis kita, seperti produk atau layanan yang berkualitas, manajemen yang baik, dan budaya kerja yang positif.
- Membantu kita untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Bambu adalah tanaman yang sangat adaptif dan tahan lama. Hal ini mengajarkan kita untuk membangun bisnis yang dapat bertahan dalam kondisi yang sulit.
Tentu saja, filosofi bambu bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan bisnis. Namun, filosofi ini dapat memberikan kita dasar yang kuat untuk membangun bisnis yang sukses.
Contoh Penerapan penerapan filosofi bambu dalam dunia bisnis antara lain :
- Perusahaan yang fokus pada pengembangan produk atau layanan berkualitas. Perusahaan-perusahaan ini tidak terburu-buru untuk meluncurkan produk atau layanan baru. Mereka terlebih dahulu memastikan bahwa produk atau layanan tersebut berkualitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
- Perusahaan yang memiliki manajemen yang baik. Perusahaan-perusahaan ini memiliki struktur organisasi yang jelas, proses bisnis yang efisien, dan sumber daya manusia yang kompeten.
- Perusahaan yang memiliki budaya kerja yang positif. Perusahaan-perusahaan ini memiliki lingkungan kerja yang kondusif bagi karyawan untuk bekerja dengan produktif dan kreatif.
Dengan menerapkan filosofi bambu dalam bisnis, kita dapat meningkatkan peluang untuk meraih kesuksesan.
