Masih ingat ketika kita balita, tanpa beban kita mengungkapkan cita-cita setinggi-tingginya. Dengan berteriak sambil melompat tersenyum lebar menyiratkan keyakinan yang tanpa sedikitpun ada keraguan di dalamnya. Apa yang terjadi saat kita balita fikiran kita masih murni belum ada program ketakutan dan kekhawatiran dari lingkungan kita. Bertemu-bermain Bersama teman-teman tanpa beban dan tanpa kepentingan, semua dilakukan dengan senang dan gembira.
Apa yang terjadi setelah mulai bersekolah, fikiran kita mulai diprogram beberapa aturan dan peraturan. Sangat penting kita hidup dalam sebuah aturan dan peraturan yang baik dan sehat jika disampaikan dengan cara yang baik dan benar pula.
Mengapa setelah kita remaja menjadi orang yang pemalu, pendiam, enggan bergaul, merasa rendah diri, pesimis ? atau sebaliknya kita menjadi sombong, angkuh , rakus dan tanpa peduli sekitar?
Semua ini tidak lepas program fikiran yang kita terima dari lingkungan kita sehari-hari.
JANGAN
Masih ingat waktu kecil kita sering sekali mendengar Kata ini, baik di rumah, di sekolah juga di lingkungan tempat kita bergaul. ” Jangan Naik, nanti jatuh”. “Hati-hati Berlari nanti Jatuh” , “Jangan Nakal, nanti bapak hukum”. Semakin sering kita mendengar kalimat itu, membelenggu fikiran sehingga tidak berani dengan ketinggian (phobia). Juga langkah menjadi lamban tidak gesit lagi, kurang inisiatif, dan menjadi tidak kreatif karena takut salah.
Menurut Richard Blander dan John Grinder, penemu dari Neuro Linguistik Program atau Bahasa pemograman otak, bahwa otak kita tidak bisa menterjemahkan negative words atau kata-kata Negatif, seperti “tidak”, “Jangan”, “Mungkin” sehingga yang terjadi justru sebaliknya. Ketika kita menginginkan sesuatu hal yang baik tetapi kita mengucaokan dengan negative word akan mengasihkan yang sebaliknya. ” Jangan Nakal Ya”, yang diterima otak adalah “Nakal Ya” :), “Jangan Ngebut Ya”, yang diterima otak adalah “Ngebut ya” ๐
Oleh karena salah program inilah kita mendapatkan hasil yang belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Mangapa masih banyak saja orang buang sampah sembarangan, karena anjurannya ” jangan Buang Sampah sembarangan”. Mengapa Narkoba masih ada, karena anjuran atau slogamnya “Kawasan ini bebas Narkoba” :). Otak bawah sadar kita selalu aktif untuk menerima dan menyimpan, apapun program yang yang kita berikan, tanpa nanya lagi, ibaratnya seorang budak, dia nurut saja.
BODO
Kemunikasi dalam pergaulan kita sering mendengar orang tua, guru dan juga teman kita secara sengaja maupun tidak sengaja menyebut kita dengan kata BODO. Tanpa kita sadari, program ini membuat kita menjadi tidak percaya diri, enggan mengeluarkan pendapat dan takut salah. Kita menjadi orang yang tidak ceria, pemurung hidup tanpa tanpa motivasi
AKAN
Entah karena disadari atau tidak, banyak orang latah menggunakan kata “AKAN” dalam berkomunikasi. kembali lagi mengingat ilmu Neuro Liguistik Program, dimana Fikiran bawah sadar kita bersifat present (atau saat ini). ” Saya akan berusaha” ketika kita menyebut kata ini, fikiran bawah sadarkita tidak menyimpannya dan mewujudkan itu dalam keberhasilan nyata. ditambah lagi belum spesifik, berusaha apa?.
MUNGKIN
Kita juga sering sekali mendengar teman kita bicara “MUNGKIN”, dengan menyebut kata mungkin ini bisa saja karena keraguan dan ketidakyakinnya terhadap apa yang kita kerjakan. Kembali kepada program fikiran yang kita terima dari kecil, bully atau cemoohan yan kita terima membuat kita tidak percaya diri, untuk mengambil sebuah keputusan.
Bersambung… PROGRAM FIKIRAN BENAR, BERHASIL DALAM SEGALA HAL