Anak Petani
Saya bangga dengan sebutan itu, saya memang petani setiap hari pulang sekolah menggembala sapi. Ayah saya seorang petani yang ulet, suatu ketika saat saya membantu mencangkul sawah ayah saya bilang ” Nak, kamu jangan seperti ayah, kamu harus belajar lebih dan menjadi lebih baik dari ayah”
Saya bangga dengan ayah saya walaupun tidak sekolah beliau mendorong saya untuk menjadi orang yang berhasil. Tamat SMA saya ingin melanjutkan kuliah Arsitektur, tetapi terkendala biaya, ” Nak, Ayah khawatir tidak bisa membiayai kuliahmu karena penghasilan tidak tetap, ini Ayah ada uang tabungan hasil panen kamu sekolah di Pariwisata ya”. Ayah saya menyerahkan uang tabungannya untuk saya sekolah di pariwisata, dunia yang tidak pernah saya bayangkan seperti apa.
Saya mensyukuri semua anugerah, menjalani mandat ayah saya untuk melanjutkan sekolah Diploma satu tahun. Saya bertekad untuk segera bekerja supaya tidak lagi membebani orang tua. Belu tamat kuliah saya sudah mulai bekerja di hotel kecil dan mengambil setiap kesempatan belajar dari senior tanpa memikirkan waktu.
Saya berkarir sampai jenjang General Manager, dan itupun tidak membuat saya puas dan berhenti. Resign dari posisi itu saya merintis Management hotel bersama rekan-rekan, dan mulai mengelola hotel kecil hanya 8 kamar. Kami meyakini kepercayaan datang dari sebuah pembuktian hasil, semenjak itu perusahaan kami bertumbuh pesat sampai saat ini sudah mengelola beberapa hotel bintang 5.
Moto hidup saya adalah mengalahkan kelemahan, saya selalu tertantang untuk mempelajari apa yang belum tahu yang membuat saya tidak percaya diri. Selalu terinspirasi dengan keberhasilan dan penciptaan dari setiap insan yang sudah berhasil dibidangnya.
Saya merasa berdosa jika mendiamkan dan tidak menggunakan kemampuan otak saya, anugerah yang luar biasa dari Tuhan yang maha Esa. Cara saya bersyukur adalah menggunakan kemampuan otak saya dengan semaksimal mungkin, semua ilmu saya berusaha cari dengan semangat pesan dari nenek saya ” Cu, Ayam tidak akan makan jika tidak menggorek-gorek tanah dengan kakinya” rejeki itu sudah disebar oleh Tuhan, hanya orang yang mau berusaha akan mendapatkannya.
Teman mu
I Wayan Wardika
Founder @pramanaexperience I @unameubud I @domegardencafe I @war.netpreneur I @autodidactarc I @imunefactory I @meetmiecafe I @wildberryeighteen I @aray.bodycare I @bobali.official I @gascocoffe I @theipian @livingwithbalinese