8 Karakter Pemimpin Hebat, dari nilai “Menyapu”
Pada suatu kesempatan saya memberikan kuliah umum di salah satu Universitas, saya menyampaikan “ Jika adan bertemu pemimpin yang mau mengajari anda cara menyapu, ikuti dia dan belajar darinya, kelak kalian akan jadi pemimpin hebat”. Semua terdiam dan ada yang mengerlingkan dahi termasuk para dosennya 😀. Jika saja semudah itu berarti semua tukang sapu sudah jadi pemimpin dong ? Mungkin dalam benak mereka bertanya seperti itu. Setiap orang berhak dan mempunyai kesempatan menjadi pemimpin, yang membedakan banyakan reaksi mereka terhadap kesempatan yang ada yang membukakan jalan mereka menjadi pemimpin. Apakah pendidikan tidak penting? , tentu saja sangat penting tetapi tidak menjamin seorang tang pendidikan tinggi menjadi pemimpin. Jadi untuk memimpin todak perlu pintar? Oooo pintar sangat perlu tetapi lebih perlu kepandaian. Memimpin ditu diperlukan kepandaian mengatur strategi, kecepatan dan ketepatan , keberanian mengambil sebuah resiko yang sudah diperhitungkan. Yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan menguasai ilmu komunikasi dan dan negosiasi. Apakah dengan menguasai semua kemampuan di atas kita bisa berhasil menjadi pemimpin? Belum tentu, ada nilai- nilai yang mestinya dimiliki oleh seorang pemimpin yang akan menjadikannya sebuah karakter kepemimpinan. Dan nilai- nilai itu bisa kita dapatkan dalam kegiatan menyapu, wow menyapukan pekerjaan mudah dak perlu berfikir atau sekolah tinggi saja bisa menyapu?. Betul jika kita menyapu seadanya dan seenaknya, berikut 8 nilai-nilai yang menjadi sebuah karakter kepemimpinan hebat yang kita bisa dapatkan dengan menyapu.
1. Kecintaan terhadap pekerjaan
Mengapa orang mengambil sapu dan meluangkan waktu dan tenaga untuk membersihkan kamar tidur dan halaman rumah?. Jika hanya karena kewajiban, kita membuat alasan untuk tidak melakukannya, bisa dengan alasan kurang waktu dan juga banyak pekerjaan. Mempunyai kecintaan terhadap kebersihan dan keindahan membuat hati kita melakukannya dengan senang tanpa beban ataupun ingin mendapatkan pujian.
2. Ketekunan dan Kesabaran
Berawal dari kecintaan terhadap pekerjaan, melahirkan sebuah rutinitas yang menyenangkan dan tidak pernah membuat bosan. Melakukan hal yang hampir sama dari hari ke hari dengan penuh keikhlasan. Menyadari sampah dan debu ada setiap hari, seperti halnya masalah, dan tantangan yang datang setiap waktu. Melakukan rutinitas berkomunikasi yang positif dengan tekun setiap hari, untuk menjaga semangat team
3. Berfikir Positif
Mengapa saya katakan Menyapu itu melakukan hal yang “hampir sama” setiap hari?, sejatinya setiap hari itu tidak pernah sama, kegiatannya memang sama menyapu tetapi sampahnya tidak sama, berbeda bentuk, ukuran dan berat. Menemukan tantangan baru dari hari ke hari menambah pengayaan pengalaman dan melatih otak mengatasi sebuah masalah dengan membarikan reaksi positif terlebih dahulu.
4. Detail
Menyapu melatih otak kita untuk memperhatikan setiap detail dan sudut ruangan, sangat bagus bagi pemimpin bisa terlatih melihat dengan teliti setiap pekerjaan dan memberikan perhatian pada hal yang terkecil sekalipun, yang bisa mengganggu pondasi organisasi.
5. Rendah Hati dan Berjiwa Besar
Menyapu hal yang sederhana tetapi bukan berarti tidak penting, dengan menyapu kita bisa menghargai sekecil apapun peran seseorang dalam team work. Semua peran adalah penting, menyadari hal ini akan membuat kita menjadi pemimpin rendah hati dan berjiwa besar.
6. Mimpi Besar
Menyapu atau rapi-rapi rumah membuat otak kita dalam kondisi delta, atau dalam keadaan meditative, sangat bagus untuk melakukan program visualisasi visi dan terkadang melahirkan sebuah ide yang luar biasa. Sangat sering sebuah ide bisnis terlahir dari kegiatan menyapu atau bersih2.
7. Jiwa Melayani
Dengan menunduk dalam menyapu kita menyadari betapa banyak hal yang bisa kita lihat di bawah, melihat sebuah biji bertumbuh disela bebatuan, bagaimana tumbuhan berkembang dengan caranya yang sudah diciptakan untuk bisa menyesuakan diri. Kita adalah bukti dan saksi dari pelayanan tulus dari kasih sayang tanpa batas. Membuat kita mengerti bahwa kepemimpinan sejati adalah melayani.
8. Hati Bersyukur
Menyapu membuat kita lebih dekat dengan alam, menyadari betapa besar anugerah beliau terhadap kehidupan kita. bersyukur diberikan kesempatan hidup dan menyaksikan mahakarya keindahan bunga, binatang kecil dan tanaman yang beraneka ragam bentuk dan warna.