Bali 10 Tahun Lagi Part3
Hii teman-teman saya kembali … semoga cerita sebelumnya bisa memberikan inspirasi ya..
Saya lanjutkan cerita saya tentang Bali 10 tahun lagi, bukan ramalan tetapi mencoba menggambarkan visi pariwisata Bali 10 tahun dari sekarang. Mengapa saya berani? karena belum ada pajak dan pelanggaran hukum juka bermimpi dan mengandaikan masa depan 🙂 jadi ungkapkan saja sepanjang itu bisa memberikan inspirasi dan semangat positif, betul apa betul?
Kembali saya mengingatkan tentang program pemerintah membangun 10 Bali baru, yang dalam pengamatan saya sangat mengarah kepada wisata bahari. Hal ini sangat relevan dengan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan sejuta keindahan yang memesona dengan ciri khas masing2.
Saya mengimajinasikan akan banyak cruise antar pulau berseliweran di perairan Indonesia, bukan saya antar pulau tetapi juga antar benua. Bisnis pelayaran akan menjadi salah satu andalan investasi bagi para pemodal dibidang pariwisata.
Nah Bali Bagaimana? Seharusnya dengan posisi Bali sudah menjadi leading pariwisata Indonesia hendaknya bersiap diri untuk bisa menjadi HUB bagi pariwisata bahari ini. Menambah Airport adalah program yang seharusnya menjadi perhatian serius mengingat kapasitas Airport Ngurah Rai dengan satu runway sudah hampir maksimal. Pembangunan pelabuhan yang memisahkan antara pelabuhan dagang dan pelabuhan kapal wisata sudah seharusnya dimulai untuk bisa menjadi HUB. Pembangunan infrastuktur akses yang nyaman dan efisien bagi para wisatawan juga segera dibangun, MRT sudah sangat diperlukan dari airport ke masing2 destinasi wisata, jalur timur mulai dari airport Jimbaran, Nusa Dua, Sanur, Ubud dan jalur barat mulai airport, Seminyak, canggu, Lovina.
Keberadaan MRT ini akan significan mengurangi kemacetan di jalan raya, selain tujuan yang paling utama adalah memberikan rasa nyaman bagi wisatawan untuk berlibur di Bali.
Jika ada yang bertanya bagaimana dengan keberadaan transport lokal yang juga mengais rejeki dibidang pariwisata ini ? apakah mereka akan kehilangan pekerjaan? Justru dengan adanya station MRT di masing2 destinasi ini para driver lokal transport bisa di zonasi sesuai dengan area destinasi untuk memberikan layanan transport dari sation ke masing2 hotel begitu sebaliknya atau membawa tamu tur dari hotel untuk berlibur ke tempat -tempat wisata di seluruh Bali.
Maanfaat jangka panjang yang bisa dirasakan adalah meningkatnya kepercayaan tamu kepada Bali sebagai destinasi wisata yang tidak saja memiliki keunggulan budaya tetapi juga aman dan nyaman.
Penanganan sampah sudah seharusnya dijadikan fokus, dibuat tempat pembuangan dan pengolahan sampah yang terintegrasi dengan banjar diseluruh Bali, di daerah pedesaaan sampah organik bisa dipakai kompos oleh masyarakat sekitar hanya diangkut sampah unorganik dg mobil sampai di kecamatan. Dari Kecamatan mobi sampah yang lebih besar langsung membawanya ke TPA, ya sama seperti management delivery salah satu toko waralaba lah …:). Tidak ada yang sulit hanya saja perlu niat untuk melakukan pembangunan berkesinambungan bukan saja program ABS ( Asal Bapak Senang) atau dapat juara lomba desa :).
Oya pintu keluar airport sampai sepanjang baypass ngurah Rai juga ditata dengan tanaman tropis yang menyejukkan mata, berbagai jenis bunga seperti di Singapura. Kota surabaya saja bisa masa kita tidak, asal serius saja bukan?.
Oya, kalau teman driver bawa tamu ke hotel2 di desa terpencil pernah kan melintasi jalan tanpa penerangan jalan sama sekali?, coba kita jadi tamu sekali pertama kali ke Bali, check in malam di mobil sendiri hanya ada driver saya, ngeri gak?. Jangankan di daerah terpencil di pusat destinasi saja lampunya masih remang2 dan juga ada yang mati :). Ingin sekali Bali sebagai destinasi wisata, ada perhatian yang serius untuk penerangan jalan yang memadai, Bale banjar yang baru dipakai sebagai temat berkumpul yang layak bagi anak muda untuk berdiskusi, belajar tentang bisnis, dengan menggelar seminar2 bisnis. Pura-pura warisan buadaya di restorasi dengan balik bukan dipugar, sehingga Taksu Bali tetap ajeg untuk ditunjukan kepada wisatawan.
Baiklah teman-teman, semga sharing saya bisa menginspirasi ya.. next saya akan bercerita tentang wisata desa ya… sampai jumpa…
Built with passion and designed with heart the 1st Pramana resort will inspire Ubud by the end of 2017. Designed by young Balinese designer Wayan Wardika with the local artist, landscape and worker from the village, this soulful work vibrate a peaceful and blissful feeling.
