Cerita Sabun Dove
Hii teman-teman, apakabar?
Semoga dalam keadaan sehat ya…nah kali ini saya ingin membagikan sebuah pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan saya sebagai seorang marketer. Silahkan simak cerita ini dengan baik ya. Suatu sore Sadhu mandi dengan sabun yang disiapkan khusus oleh ibunya untuk kulit jadinya Yang sensitive. Tiba-tiba dia berteriak, “Ibu saya dak suka sabun ini, dibilas banyak kali juga masih belum terasa bersih dan licin di kulit, saya dak suka sabun ini tolong besok ganti ya.” Ibu nya tersenyum ” sudah keringkan dulu air di badanmu, nanti ibu belikan sabun yang lain”. Sambil mengeringkan badan Sadhu dengan handuk ibunya bercerita, ” tangan mu itu tidak boleh kena diterjen karena sensitive, jadi ibu pilihkan sabun yang banyak morturizer nya atau pelembapnya yang buat licin itu, untuk melindungi kulitmu tetap kelembabannya, kalau pakai sabun biasa banyak ditergen nya memang keset dan terasa lebih bersih tapi bikin kulit kering” mendengar penjelasan ibunya, Sadhu mangguk2 ” kalau begitu dak jadi ganti sabun nya bu, saya mau kulit saya sehat”.
Sebuah pengalaman yang sangat menginspirasi, jika sebenarnya komplain itu terjadi sebenarnya bukan karena tidak suka seperti prasangka kita selama ini. Cerita di atas memberikan pelajaran yang sangat berharga bahwa ketidak pahaman pelanggan terhadap produk yang kita tawarkan akan menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakpuasan. Sejati nya ukuran kepuasan itu sangat luas dan tidak terbatas