Berlabuh

Selalu senang melihat kapal berjejer dipinggir pantai dengan tali jangkar yang ditambatkan di bongkahan batu. Para awak kapal sibuk mempersiapkan kapal untuk menerima penumpang selanjutnya, begitu juga kapal yang lain yang sedang menurunkan penumpang. Terlihat juga ada dua buah kapal yang masih menunggu untuk mendapatkan tempat berlabuh.

Jika ada yang mengatakan berlabuh adalah tujuan akhir atau untuk berhenti, mungkin bisa terinspirasi dari cerita saya di atas. Berlabuh sejatinya sebuah proses bukan awal atau akhir bagi orang yang ingin terus bergerak mengarungi samudra kehidupan. Berlabuh hanyalah berhenti sejenak melakukan evaluasi dan menata kembali langkah selanjutnya.

Berhenti atau melaju kembali tentunya pilihan masing-masing, tetapi jauh lebih menantang diterpa gelombang di tengah samudra dengan mesin menyala daripada terombang ambing ombang dipinggir pantai dengan mesin mati.

Selama mesin masih bisa menyala, teruslah berlayar mengarungi samudra luas kehidupan, menaklukan badai pujian dan hujatan juga kebencian, menyambut arus tantangan yang melintang dan memecahkan gelombang masalah yang terus akan di tengah samudra. Semua pengalaman itu tidak akan bisa didapat ketika berlayar di teluk yang tenang menidurkan.